Bentley Supersports: Puncak Perpaduan Teknologi dan Hasta Karya
- account_circle Motorev
- calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
- print Cetak

Project Mildre
Supersports baru lahir dari sebuah ide pada September 2024, ketika tim teknik kecil mengusulkan konsep bagaimana perilaku Continental GT penggerak roda belakang dengan bobot di bawah dua ton. Persetujuan diberikan untuk membuat satu test mule, yang kemudian diuji di trek hanya enam minggu kemudian. Performa demonstrator tersebut sangat meyakinkan, dan proyek Supersports pun dimulai—dengan tim kecil yang fokus dan protokol kerahasiaan ketat.
Proyek ini segera membutuhkan nama kode. Tim mengambil inspirasi dari sejarah Bentley—kisah Mildred Mary Petre. Lahir pada 1895, ia adalah pemecah rekor di darat, laut, dan udara sebagai pembalap, pembalap powerboat, dan pilot. Pada 1929, ia mengendarai Bentley 4½ Litre sendirian selama 24 jam mengelilingi trek Montlhéry di Prancis, dengan kecepatan rata-rata hampir 90 mph—prestasi luar biasa, terlebih pada era tersebut. Semangat beraninya menginspirasi penamaan proyek: Mildred.
Silsilah Performa
Nama “Super Sports” pertama kali muncul pada Bentley 3 Litre tahun 1925 dengan mesin yang ditingkatkan dan sasis lebih pendek (lebih ringan), menjadikannya Bentley pertama yang mampu melewati 100 mph. Produksinya sangat terbatas—hanya 18 unit.
Nama “Supersports”—sekarang satu kata—kembali dihidupkan pada 2009 sebagai model puncak Continental GT generasi pertama, berkecepatan 204 mph, dua kursi, 100 kg lebih ringan dari versi standar, dan paling berfokus pada pengemudi.
Generasi berikutnya hadir 2017, lebih cepat dan lebih bertenaga dengan mesin W12 twin-turbo 6.0 liter 710 PS—menjadikannya Bentley paling bertenaga saat itu. Produksinya 710 unit, sesuai angka tenaga.
Generasi baru Supersports kini mengambil pendekatan berbeda: bukan mengejar kecepatan puncak, melainkan engagement maksimal pengemudi melalui pengurangan bobot ekstrem dan powertrain baru.
Continental GT RWD Pertama
Supersports menggunakan mesin ICE murni tanpa hybrid. V8 twin-turbo 4.0 liter yang diperkuat—dengan crankcase lebih kokoh, cylinder head baru, dan turbo lebih besar—menghasilkan 666 PS dan 800 Nm. Transmisi kopling ganda delapan percepatan dari ZF dikalibrasi ulang untuk perpindahan lebih tajam dan responsif.
Knalpot titanium full-length hasil kolaborasi Akrapovič menghasilkan suara V8 cross-plane yang lebih khas, tanpa artificial enhancement.
Akselerasi 0–100 km/jam ditempuh 3,7 detik, dengan kecepatan puncak sekitar 310 km/jam (angka resmi menyusul). Namun yang terpenting adalah dinamika pengendaraan.
Supersports menjadi Continental GT penggerak roda belakang pertama—selain Continental GT3. Tenaga ke roda belakang disalurkan melalui eLSD, dengan track belakang lebih lebar 16 mm dari Continental GT. Rear-wheel steering tetap dipertahankan, sementara calibrations untuk steering, suspensi, TCS, dan ESC sepenuhnya baru.
Pengemudi dapat memilih tingkat bantuan ESC: dari full-on, Dynamic Mode, hingga fully-off untuk kontrol penuh pada axle belakang.
Drive Dynamics Controller memiliki tiga konfigurasi baru:
- Touring Mode: karakter performa seperti Sport pada GT Speed, namun dengan ground clearance lebih tinggi, redaman lebih lembut, dan suara knalpot lebih halus.
- Bentley Mode: strategi transmisi, throttle, dan chassis ditingkatkan; katup knalpot terbuka dan launch control aktif.
- Sport Mode: respons maksimum chassis dan powertrain untuk engagement tertinggi.
Suspensi menggunakan double wishbone aluminium di depan, multi-link di belakang, air springs, dan twin-chamber dampers generasi baru. Bentley Dynamic Ride 48V mampu memberikan torsi anti-roll hingga 1300 Nm dalam 0,3 detik.
Rem karbon-keramik 440 mm dengan kaliper 10 piston di depan, dan 410 mm dengan empat piston di belakang menjadi standar.
Velg forged 22 inci baru tersedia dalam dua finishing, dan ban Pirelli Trofeo RS opsional memungkinkan cornering hingga 1,3g—30% lebih cepat dari GT Speed.






- Penulis: Motorev
- Sumber: Foto : Bentley

