Pasca IIMS 2026. Diversifikasi Teknologi Elektrifikasi Semakin Berkembang
- account_circle Motorev
- calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
- print Cetak

Pasca Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, perjalanan elektrifikasi Indonesia memasuki fase yang semakin terstruktur, tidak hanya dipengaruhi oleh dinamika global, tetapi juga oleh preferensi konsumen domestik, kesiapan infrastruktur, serta strategi portofolio industri.
Temuan terbaru dari studi Drivers of Change yang dilakukan Inchcape pada Februari 2025 di tujuh negara Asia-Pasifik menunjukkan optimisme berkelanjutan terhadap New Energy Vehicles (NEV).
Secara regional, 83% responden menyatakan pandangan positif terhadap kendaraan elektrifikasi, dengan 26% telah memiliki atau pernah mengendarai kendaraan listrik maupun hybrid, dan 57% menyatakan niat untuk mengadopsinya di masa depan.
Namun demikian, elektrifikasi tetap menjadi keputusan yang rasional dan terukur. Faktor harga (68%), daya tahan baterai (40%), serta ketersediaan infrastruktur pengisian daya (34%) masih menjadi pertimbangan utama dalam pembelian.
Data ini menunjukkan bahwa adopsi di kawasan Asia-Pasifik berlangsung melalui pergeseran bertahap yang didorong oleh mekanisme pasar, bukan perubahan struktural yang mendadak.
Indonesia: Kepercayaan Tinggi, Pertumbuhan Bertahap
Di tingkat regional, Indonesia menonjol dengan tingkat kepercayaan konsumen yang kuat. Studi menunjukkan bahwa 88% responden Indonesia memandang kendaraan elektrifikasi secara positif, melampaui rata-rata regional.
Tingkat kepemilikan saat ini berada di angka 18%, mencerminkan fase awal adopsi yang terus berkembang.
“Survei ini menunjukkan bahwa konsumen Indonesia mendekati elektrifikasi secara deliberatif dan kontekstual. Tingkat sentimen positif sebesar 88% mencerminkan kepercayaan publik terhadap arah elektrifikasi. Pada saat yang sama, keputusan pembelian tetap mempertimbangkan keterjangkauan, akses infrastruktur, dan kebutuhan mobilitas sehari-hari,” ujar Bagus Susanto, Interim Managing Director, Inchcape Indonesia.
Kinerja pasar sepanjang 2025 turut memperkuat tren tersebut. Pangsa EV meningkat dari sekitar 5% menjadi kurang lebih 12%, sementara model hybrid dan plug-in hybrid juga mencatat pertumbuhan yang konsisten. Perkembangan ini menunjukkan ekspansi yang terstruktur dan selaras dengan kesiapan konsumen serta perkembangan infrastruktur.
Diversifikasi Teknologi sebagai Penyelarasan Strategis
Sebaran geografis Indonesia serta tingkat kematangan infrastruktur yang beragam menegaskan pentingnya strategi diversifikasi teknologi (multi-pathway) dalam mendukung transisi elektrifikasi.
Secara regional, 36% responden Asia-Pasifik menilai kendaraan hybrid sebagai kombinasi paling seimbang antara keberlanjutan dan efisiensi biaya, menegaskan relevansi teknologi transisi dalam fase saat ini.
“Strategi kami berfokus pada penyediaan berbagai opsi teknologi, bukan menetapkan satu jalur tunggal. Pendekatan terdiversifikasi memungkinkan elektrifikasi berkembang selaras dengan kesiapan infrastruktur dan preferensi konsumen,” ungkap Bagus.
Pendekatan ini mencerminkan pergeseran industri menuju keseimbangan portofolio, di mana kendaraan bermesin pembakaran internal, hybrid, dan listrik berbasis baterai berjalan berdampingan dalam periode transisi.
IIMS 2026: Ekspansi Portofolio Menjawab Permintaan Pasar
Relevansi strategi diversifikasi terlihat pada partisipasi Inchcape di IIMS 2026 melalui perluasan lini produk dengan peluncuran Tank 500 Diesel, yang melengkapi portofolio hybrid dan kendaraan listrik yang telah tersedia.
Langkah ini sejalan dengan filosofi global GWM, “All Scenarios, All Powertrains, All Users,” yang menekankan penyediaan solusi mobilitas yang terdiferensiasi di berbagai segmen dan kebutuhan penggunaan, mulai dari SUV diesel berdaya jelajah tinggi hingga kendaraan listrik untuk penggunaan urban, dalam kerangka merek yang terintegrasi.
Respons pasar sepanjang 2025 menunjukkan daya tarik pendekatan tersebut. Inchcape mencatat 1.628 unit wholesales (naik 105% secara tahunan) dan 1.449 unit retail (naik 115% secara tahunan). Model baru memberikan kontribusi signifikan, dengan ORA 03 menyumbang 24% volume wholesales, diikuti Tank 300 Diesel 4×4 (22%), Tank 300 Hybrid (15%), dan Tank 300 Diesel 4×2 (14%).
“Tank 500 Diesel diposisikan sebagai SUV premium yang menyeimbangkan kenyamanan first-class untuk melintasi segala medan, efisiensi, serta teknologi dan keamanan tingkat tinggi. Tujuan kami adalah memperluas akses terhadap mobilitas berkualitas melalui portofolio yang mencerminkan realitas kebutuhan konsumen yang beragam,” tutur Bagus.
Transisi Terstruktur Didukung Keselarasan Ekosistem
Pertumbuhan elektrifikasi di Indonesia berlangsung dalam kerangka regulasi nasional yang mencakup standar keselamatan kendaraan, emisi, serta perlindungan konsumen. Perkembangan industri tetap sejalan dengan arah kebijakan nasional dan perencanaan infrastruktur.
“Elektrifikasi berkembang melalui keselarasan ekosistem. Produsen menghadirkan inovasi, pembuat kebijakan menyediakan kepastian regulasi dan insentif, distributor memperkuat kesiapan ritel dan layanan, dan konsumen pada akhirnya menentukan laju adopsi,” ujar Bagus.
Menuju target elektrifikasi 2030, keberlanjutan pertumbuhan akan ditentukan oleh perluasan infrastruktur, standar kualitas produk, serta aksesibilitas produk di berbagai segmen pasar.
Pasca IIMS 2026, arah tersebut semakin jelas. Transisi elektrifikasi Indonesia bergerak melalui penyelarasan antara permintaan konsumen, strategi produk yang terdiversifikasi, dan kerangka regulasi, memperkuat jalur transformasi yang adaptif, seimbang, dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
Silakan unduh versi lengkap laporan Drivers of Change

- Penulis: Motorev
- Sumber: Foto : IST

