Kenapa Operator Bus Masih Percaya Hino?
- account_circle Motorev
- calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
- print Cetak

Persaingan bus antar kota dan layanan premium makin kompetitif. Operator bus kini tak cukup hanya punya bus baru dengan tampilan gagah.
Penumpang sekarang semakin kritis. Mereka bisa membandingkan harga tiket, kelas layanan, fasilitas, kenyamanan kursi, ruang bagasi hingga kemudahan pemesanan tiket hanya lewat smartphone.
Operator pun dipaksa beradaptasi. Bus yang cuma terlihat gagah tetapi tidak nyaman akan cepat ditinggalkan. Bus yang nyaman tetapi biaya operasionalnya terlalu tinggi juga bisa menjadi masalah bagi operatornya.
Bagi operator bus, biaya operasional menjadi penentu apakah sebuah bus benar-benar menguntungkan.
Di tengah tuntutan tersebut, Hino menghadirkan jawabannya. Sasis sudah teruji kuat hingga puluhan tahun, fleksibel dengan beragam model body bus dari berbagai karoseri, mesin mudah dirawat, dan luasnya dukungan layanan purna jual.
Ini bisa menjadi alasan mengapa nama Hino masih dipilih oleh para operator bus di Indonesia, dua diantaranya adalah PO Efisiensi asal Kebumen, Jawa Tengah dan PO Kairos, dari Surabaya, Jawa Timur yang kembali menambah armada barunya kepada Hino.
Menarik untuk ditelisik, Keduanya tidak memilih chassis yang sama. PO Efisiensi mengambil Hino RM 280 ABS dengan bodi Karoseri buatan Adiputro, sedangkan PO Kairos memilih Hino RK 280 yang dipadukan dengan bodi olahan karoseri Tentrem dengan modfiikasi sistem Air Suspension.
Dua pilihan tersebut justru membuka cerita menarik: apa sebenarnya yang membuat RM 280 dan RK 280 masih menggoda operator bus?
Hino Tidak Hanya Menjual Mesin dan Chassis
Guntur Nugraha, Bus Dept Head PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI), menyebut kebutuhan operator berbeda-beda. “Hino menghadirkan chassis fleksibel yang bisa dikembangkan bersama karoseri,” kata Guntur.
Kalimat pendek tersebut sebenarnya punya arti besar. Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa Hino tidak hanya mengandalkan produk chassis.
Hino memahami betul, ada ekosistem yang ikut menentukan keputusan operator, mulai dari karoseri, layanan purna jual, ketersediaan suku cadang hingga dukungan operasional.
Dari snilah Hino menganut kredo Hino Total Support, sebuah filosofi pelayanan Hino yang memastikan pelanggan mendapatkan dukungan penuh sepanjang siklus operasional kendaraan lebih aman, efisien, dan produktif.
Melalui layanan Total Support, Hino menghadirkan informasi lengkap mengenai layanan purna jual, jaringan dealer, dan ketersediaan suku cadang yang siap menjaga armada pelanggan tetap produktif.
Di era digital Hino mendukung layanan purna jual mealui aplikasi Hino Connect dan MyHino yang membantu pelanggan memantau dan mengelola operasional armada secara lebih efisien.
Sebagai pendukung tersedianya sumber daya manusia secara berkelanjutan, Hino menghadirkan Hino Indonesia Academy yang menyediakan pelatihan bagi pengemudi, mekanik, hingga personel operasional pelanggan untuk meningkatkan keselamatan berkendara, perawatan kendaraan, dan efisiensi operasional.
Sebab bus yang hebat di atas kertas tetapi sering parkir di garasi karena downtime, jelas bukan investasi yang ideal. Dalam operasional bus, setiap hari kendaraan yang tidak beroperasi berarti ada potensi pendapatan yang hilang.
Itulah sebabnya operator harus memperhitungkan total kebutuhan kendaraan, bukan hanya harga pembelian atau angka horse power.
- Penulis: Motorev
- Editor: Ferry